Showing posts with label Materi Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Materi Kuliah. Show all posts

Tuesday, May 28, 2013

RANGKAIAN POWER SUPPLY | RANGKAIAN CATU DAYA | PRINSIP KERJA POWER SUPPLY



Gambar rangkaian power supply | Skema power supply | Skema catu daya


Rangkaian power supply di atas merupakan salah satu contoh rangkaian power supply yang paling sederhana dan yang paling sering ditemui dalam dunia elektronika. Hanya dengan menggunakan beberapa kompenen inti dari power supply yakni satu buah dioda bridge dan satu buah kapasitor. Dioda bridge digunakan sebagai penyearah gelombang bolak balik yang dihasilkan oleh trafo step down atau trafo penurun tegangan dan kapasitor digunakan sebagai penghilang riak gelombang yang telah disearahkan oleh dioda bridge. Tetapi bagi anda yang hanya ingin menyalurkan hobby atau ingin menjalankan rangkaian-rangkaian elektronika yang sederhana sebagai percobaan maka rangkaian power supply di atas saya rasa sudah bisa mewakili kebutuhan anda.


Bagi anda seoarang pemula atau yang sama sekali masih baru dengan dunia elektronika, dengan rangkaian di atas anda bisa dengan mudah memahami prinsip kerja dari sebuah rangkaian power supply. Tegangan jala-jala 220 volt dari listrik PLN diturunkan oleh trafo atau transformator penurun tegangan yang menerapkan perbandingan lilitan. Dimana perbandingan lilitan dari suatu transformator akan mempengaruhi perbandingan tegangan yang dihasilkan. Tegangan yang dihasilkan oleh trafo masih berbentuk gelombang AC dan harus disearahkan dengan menggunakan penyearah. Rangkaian penyearah yang digunakan memanfaatkan 4 buah dioda yang telah dirancang untuk bisa meloloskan kedua siklus gelombang ac menjadi satu arah saja. Atau anda bisa melihat postingan saya yang lain yang membahas tentang rangkaian penyearah.


Gelombang dua arah yang telah diubah menjadi satu arah keluaran dari dioda bridge masih memiliki riak atau masih memiliki amplitude tegangan yang tidak rata. Hal ini dikarenakan dioda bridge hanya menghilangkan siklus negative dan menjadikannya siklus positif tetapi tidak merubah bentuk gelombang sama sekali dimana masih memilki lembah dan bukit. Untuk itu dimanfaatkan kapasitor yang mempunyai kapasitansi yang cukup besar untuk membuat rata gelombang tersebut. Hal ini dikarenakan lamanya proses pelepasan muatan oleh kapasitor sehingga seolah-olah amplitudo dari gelombang tersebut menjadi rata. Sebenarnya jika anda memahami cara kerja kapasitor anda bisa mengerti bahwa tingkat kerataan dari gelombang yang dihasilkan masih dipengaruhi oleh impedansi beban yang kelak akan dihubungkan dengan rangkaian power supply tersebut. Semakin kecil impdeansi beban maka akan menjadikan proses pelepasan muatan pada kapasitor akan semakin cepat, sehingga dengan begitu maka bisa dipastikan gelombang yang semula rata akan berubah kembali menjadi memiliki riak akibat proses pelepasan muatan yang begitu cepat.


article source: http://www.ngobrolaja.com/showthread.php?t=33095
 

SEJARAH DAN PENGERTIAN SUPERKONDUKTOR



Sifat superkonduktivitas bahan ditemukan pertama kali oleh Heike Kammerlingh Onnes pada tahun 1911. Pada saat itu, dia sedang mencoba mengamati hambat jenis (resistivity) logam merkuri (Hg) ketika didinginkan sampai suhu helium cair. Ternyata dia mendapatkan hambat jenis merkuri tiba-tiba turun drastis menjadi nol pada suhu 4,2 K. Fenomena konduktivitas sempurna inilah yang disebut superkonduktivitas, dan bahan yang mempunyai sifat superkonduktif ini dinamakan bahan superkonduktor. Suhu ketika suatu bahan superkonduktor mulai mempunyai sifat superkonduktif disebut suhu kritis (Tc).
Setahun kemudian, Onnes juga menemukan bahwa merkuri akan kehilangan sifat superkonduktifnya ketika terkena medan magnet luar H yang lebih besar dari batas harga tertentu, meskipun bahan tersebut masih berada di bawah suhu kritisnya. Batas harga medan magnet itulah yang selanjutnya disebut sebagai medan magnet kritis atau disingkat medan kritis (Hc).
Sifat khas superkonduktor yang lain ditemukan oleh Meissner dan Ochsenfeld pada tahun 1933. Kedua ilmuwan ini menemukan, ternyata bahan superkonduktor menolak medan magnet luar yang mengenainya. Fenomena penolakan inilah yang disebut dengan istilah Efek Meissner.
Dengan dua sifat khas utama tersebut, superkonduktor dapat digunakan sebagai bahan penghantar arus listrik tanpa adanya kehilangan energi, sebagai pembangkit medan magnet super tinggi dalam MRI (Magnetic Resonance Imaging), sebagai penyusun kumparan levitasi magnet MAGLEV (Magnetic Levitating) untuk kereta api berkecepatan tinggi dan sebagainya.
Beberapa contoh bahan superkonduktor yang berhasil ditemukan dan suhu kritisnya dapat dilihat di bawah ini :
  1. Jenis bahan Unsur :
Al ( Tc = 1 K)
Pb ( Tc = 7 K)
Nb ( Tc = 9 K)
  1. Jenis bahan paduan logam biner dan senyawa biner :
Nb-Ti ( Tc = 9 K)
Nb3Sn ( Tc = 18 K)
  1. Jenis bahan Senyawa organik :
k-(BEDT-TTF)2Cu(NCS)2 ( Tc = 10 K)
  1. Jenis bahan Superkonduktor Oksida :
La2-xSrxCuO4 ( Tc = 38 K)
YBa2Cu3O7-x ( Tc = 93 K)
Tl2Ca2Ba2Cu3O10 ( Tc = 125 K)
HgBa2Ca2Cu3O8+x ( Tc = 135 K)
Tl5Ba4Ca2Cu10Oy ( Tc = 233 K)

Intro Recent