Saturday, May 18, 2013

Kekaguman yang "Berlebihan"

Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh,,,
Selamat pagi, siang, sore, malam, subuh... :)

Dear Neptunus....
pengen curhat nih...
agenmu ini lagi galau....

Salahkah saya mengagumi seseorang yang sudah pasti gak akan bisa saya miliki,...???
Tapi saya bahagia koq bisa mengaguminya..Ini memang perasaan yang aneh, tapi ini nyata dan itu sering terjadi di dalam kehidupan saya.
Setiap saya mengagumi seseorang itu, saya cuma akan mengagumi 1 orang saja (dalam konteks yang sama, misal artis: saya mengagumi mba Ririn Dwi Aryanti), gak ada yang laen lagi. Walaupun ada beribu-ribu orang yang mungkin "lebih" dari dia.
Saya mengagumi itu dengan alasan yang sangat kuat, dan kalau itu sudah saya pegang walau ada 1000 alasan orang untuk menjelek-jelekkannya, tapi saya punya 1001 alasan juga untuk tetap mengaguminya.
Contohnya, kalau saya sudah mengaggap seseorang itu cantik, walaupun orang itu didandani seperti orang gila, setan, orang-orangan sawah, di celupin ke lumpur dsbnya, saya akan tetap mengaggap dia itu cantik. "Nilai" kecantikannya itu gak akan berkurang walau 0,00000000000sekian persen.

Saya juga mengagumi seserang itu gak harus sampai orangnya tau, apalagi sampe membalasnya.. cukup saya yang rasakan, itu sudah membuat saya bahagia.

Sifat saya memang aneh, pacaran saja baru satu kali dan itu pun tidak seperti pacaran orang pada umumnya. saya "hanya" bisa backstreet dan juga long distance. dan itu saya lakukan selama lebih dari 1 tahun.
Saya menikmatinya, karena itu semua berasal dari sifat kekaguman saya yang "berlebihan" terhadap seseorang.

Rasa kagum itu juga membuat semua hal tentang dia saya suka, sampe apa yang dia sukapun harus bisa saya sukai walaupun terhadap hal yang saya benci sekalipun.
Contohnya, dulu mantan saya sangat suka dengan band Dmasiv,tapi saya malah sebaliknya. ya karena alasan yang tadi, terpaksa saya harus menyukainya, dengan sering menyanyikannya lagu-lagu dari band itu.Intinya, kekaguman itubisa membalikkan 180 derajad dari sifat saya.

saya juga gak bisa melihat orang yang saya kagumi itu merasa sedih. Melihat dia sedih itu rasanya sangat menyakitkan buat saya, setiap saya melihat dia sedih, ingin sekali rasanya saya menghampirinya untuk sekedar menghibur dan mengusap air matanya. Walaupun itu hal yang tidak pernah bisa saya lakukan selama saya mengagumi seseorang.

Dear neptunus,
salahkah saya dengan sifat saya ini...???
sifat ini memang bisa membuat saya bahagia, ttapi juga kadang membuat saya merasa "sakit".
misalnya seperti yang tadi, saya cuma bisa diam ketika melihat orang yang saya kagumi itu bersedih. juga katika orang yang saya kagumi itu tau kalau saya mengaguminya terus dia malah menjauh dari  saya, itu salah satu alasan kenapa saya harus mengagumi seseorang itu tanpa harus orang yang saya kagumi itu tau.

Mungkin dengan meng-GALAU di sini bisa membuat hati saya sedikit tidak galau lagi. dan semoga orang-orang yang saya kagumi dalam konteks masing-masing itu tau betapa saya mengagumi mereka.

sekian, wassalam....

No comments:

Intro Recent